Biarlah Tuhan Yang Mengemudikan Hidup Kita

FI2_Chan_PC_Davide_Cantelli.jpg

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana sopir bus kota yang kita tumpangi akan membawa busnya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita ?

Baca lebih lanjut

Ibu Bermata Satu

silhouette-of-happy-mother-playing-outside-with-baby

Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya… dia sungguh membuatku menjadi sangat malu. Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah… untuk menopang keluarga. Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu dengannya.

Baca lebih lanjut

Khotbah Hari Natal I 25 Desember 2017

 

christmas-2016

TEMA: “Hanya Yesus Yang Patut Disembah”
Bacaan Alkitab : Matius 2:1-1

Di tengah kegembiraan merayakan Natal Yesus Kristus, kita diajak merenung kembali: apa makna natal Yesus Kristus bagi kita? Pemaknaan natal telah direduksi dan dipersempit menjadi sekedar perayaan/selebrasi atau tradisi tahunan belaka. Di mana-mana yang dikedepankan adalah kemeriahan dan pesta pora. Perayaan ini menjadi ajang popularitas dan penampilan yang berkelas dengan paket hadiah yang indah, busana yang trendy dan dikemas menjadi paket komoditif. Karena itu perayaan natal sering diidentikkan dengan belanja atau pemborosan; suatu sikap yang konsumtif demi memenuhi kebutuhan perayaan yang ujungnya adalah kepuasan pribadi atau kelompok.

Baca lebih lanjut

Khotbah Malam Natal – 24 Desember 2017

1200px-Nativity_tree2011

TEMA: “Kasih Karunia Menyelamatkan Manusia dan Dunia”

Bacaan Alkitab : Yohanes 1:15-18

Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan anak-anak yang dikasihi Tuhan  Yesus.

Kita telah berada di minggu terakhir tahun 2017, dalam  periode pelayanan 2014-2017. Saat ini kita bersekutu dalam perenungan malam kelahiran Yesus Kristus dengan Tema: “Kasih Karunia Menyelamatkan Manusia dan Dunia.”Malam natal Yesus Kristus inilah yang tepat untuk merayakan kelahiran-Nya dirangkaikan dengan adanya ornamen natal seperti: pohon natal, lilin, lampu/lampion, miniatur kandang domba, Yusuf dan Maria, orang majus, gembala-gembala, malaikat, bintang, dan lain-lain. Selain itu ada juga “kado natal” atau bahan natura sebagai “diakonia Natal”. Kita semua sungguh bergembira merayakan kelahiran bayi Tuhan Yesus Kristus yang akan menebus, membebaskan manusia dari dosa dan menyelamatkannya.

Baca lebih lanjut

Selasa, 28 Maret 2017 – Sudahkah Kita Mengenal Yesus?

cross

Lukas 22:56-57

Renungan Harian Keluarga – Petrus yang dikenal sebagai salah satu dari duabelas murid Tuhan Yesus  sebagai orang  yang proaktif.  Ketika Yesus ber-tanya kepada semua murid: “Menurut kamu siapakah Aku ini”? Jawab Petrus:”Mesias dari Allah”. (Lukas 9:20). Ketika seorang hamba (budak; orang gaji) perempuan mengamat-amati atau memperhatikan dengan seksama  orang yang duduk dekat api…ternyata ia adalah Petrus yang mungkin cukup dikenalnya. Ia berkata: ”Juga orang ini bersama-sama dengan Dia”. Hal ini menegaskan bahwa Petrus bukan orang asing bagi Yesus dimata perempuan ini. Bahwa hamba perempuan ini cukup mengenal Petrus yang selalu bersama Yesus dalam pelayanan-Nya, sehingga ia berani menegaskan bahwa Petrus bersama Yesus.

Baca lebih lanjut

Senin, 27 Maret 2017 – Jalani Derita dengan Tabah

o-ALONE-facebook

Lukas 22:55

Renungan Harian Keluarga – Oleh karena penangkapan Yesus terjadi pada waktu malam,  maka di halaman rumah Imam Besar itu orang memasang api, (karena Yerusalem berada pada ketinggian 2600 kaki di atas permukaan laut sehingga terasa dingin dimusim semi ) untuk menerangi sekaligus supaya dapat saling mengenal satu dengan yang lain.

Baca lebih lanjut

MTPJ 26 Maret s/d 1 April 2017 Minggu Sengsara IV

religion-faith

TEMA BULANAN :“Bekerja Dalam Ketaatan
TEMA MINGGUAN :“Kemurnian Iman Diuji”
Bacaan Alkitab : Lukas 22:54-62

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Godaan dan tekanan hidup membuat orang percaya sering berada dalam situasi sulit. Kebutuhan  datang karena mempersiapkan diri atas harapan hidup di masa depan, jabatan yang lebih tinggi, kebutuhan sekolah anak-anak semakin meningkat; godaan materialisme, konsumerisme, gara-gara kemakmuran, membuat orang lebih menekankan diri pada orientasi materialisme, di mana harta dan uang menjadi ukuran kebenaran hidup; kesenangan hidup yang menekankan kemakmuran dan kesejahteraan.

Baca lebih lanjut

Sabtu, 25 Maret 2017 – Bertekun Menanti Jawaban Tuhan

 prayer

Ayub 2:13

Renungan Harian Keluarga – Bertekun menanti jawaban Tuhan adalah sikap Ayub dan sahabat-sahabatnya ketika menghadapi kenyataan sakit. Selama tujuh hari mereka  duduk di atas tanah, bertekun, berdiam diri yang berarti mereka dengan rendah hati memohon Tuhan menjawab kesusahan mereka. Dalam penderitaan itu mereka tidak banyak bicara tapi berusaha mengerti makna dibalik derita yang sangat mendalam itu. Dalam rasa sepenanggungan mereka sehati memohon kuasa Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan mereka. Betapa kuatnya arti sebuah persahabatan untuk menopang, memberi semangat, memberi kekuatan bahkan berbagi beban. Ketika mereka bertekun di dalam Tuhan pastilah ada kekuatan menanggung sakit penyakit yang parah itu.

Baca lebih lanjut

Kamis, 23 Maret 2017 – Ujian Iman

faith-black-white.jpg.0831a0dae322badf03d4927543f7ebda

Ayub 2:9-10

Renungan Harian Keluarga – Ayub adalah sosok Ayah dan suami yang memiliki iman yang tak tergoyahkan. Dalam penderitaan sakit yang sangat berat imannya diuji melalui sikap istrinya yang meminta agar Ayub berpaling dari imannya kepada Tuhan, bahkan mengutuki Tuhan. Istri seharusnya mendukung suami ketika sedang dalam penderitaan tapi ternyata tidak untuk istri Ayub. Sikap tegas Ayub pada keyakinannya bahwa Tuhan mampu memberikan yang terbaik tetapi juga mengijinkan hal-hal yang buruk teralami sebagai orang beriman menjadikan dia menolak tawaran istrinya. Bagi Ayub tawaran itu adalah sikap “seperti orang gila” artinya orang yang tidak punya kepastian didalam Tuhan yang sanggup menolong. Sekalipun tidak didukung oleh istri dalam sikap iman tetapi keyakinan Ayub kepada Tuhannya  tak tergoyahkan. Dalam keadaan baik ataupun buruk, dalam keadaan sehat ataupun sakit, dalam kelimpahan ataupun kekurangan kepercayaan Ayub kepada Tuhannya tetap kuat.

Baca lebih lanjut

Rabu, 22 Maret 2017 – Penderitaan

suffering

Ayub 2:7-8

Renungan Harian Keluarga – Derita tiada akhir, kalimat ini sepertinya tepat untuk kita katakan kepada Ayub. Baru saja mengalami bencana besar dengan hilangnya semua yang berharga dalam hidupnya anak-anak dan harta benda,  kini seluruh tubuhnya dari telapak kaki sampai kepala tumbuh barah yang busuk. Penderitaan tahap dua yang sangat mendalam digambarkan dengan duduk di tengah abu. Suatu keadaan tidak berdaya, keadaan yang sangat menyakitkan, kalau boleh kita katakan terkapar tak bertenaga. Ayub mengalami derita yang mendalam yang ia tandai dengan menggaruk tubuhnya dengan beling, artinya sudah luka dilukai lagi, Ayub sangat menderita! Suatu keadaan yang sangat sulit dan sangat berat harus dijalaninya tapi dijalani dengan Iman yang teguh kepada Tuhan Allah yang mengijinkan semua itu terjadi.

Baca lebih lanjut

Senin, 20 Maret 2017 – Kualitas Iman

leap-of-faith_724_482_80

Ayub 2:3

Renungan Harian Keluarga – Kuasa yang paling dahsyat di dunia ini adalah kuasa Tuhan, yang tahu segala sesuatu dan mampu melakukan apapun juga. Tuhan tahu Ayub dengan kualitas iman yang dimilikinya, bahwa ia saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Imannya telah teruji dimasa kelam ketika semua harta benda dan anak-anaknya diambil dari padanya. Imannya kepada Tuhan sama  sekali tidak goyah sekalipun dalam situasi sulit dan hal itu telah dilewatinya. Tidak banyak orang seperti Ayub tetapi sangat perlu untuk memiliki Iman sepertinya. Seberat apapun beban hidup yang sedang dipikul tetapi jika kepastian hidup di dalam Tuhan kita miliki maka ada keyakinan bahwa kita dapat menjalani hidup ini dalam kemenangan karena Kuasa Tuhan yang dahsyat.

Baca lebih lanjut