Rabu, 31 Agustus 2016 – Andalkan Tuhan dalam Hidupmu

small_man_with_arms_raised

Amsal 3:5-6 

Renungan Harian Keluarga – Mengaku  percaya belumlah cukup, karena pengakuan percaya dari seseorang harus terlihat buktinya pada pola pikir, tutur kata dan perbuatannya. Saat ini ada banyak orang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi hidupnya tidak bergantung kepada Tuhan Yesus, tetapi lebih mengandalkan pengertiannya sendiri. Sehingga yang ditonjolkan adalah keakuan dan kesombongan hidupnya. Percaya kepada Tuhan haruslah dinyatakan dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya, karena Tuhanlah yang mengatur langkah hidup manusia.

Baca lebih lanjut

Selasa, 30 Agustus 2016 – Kasih dan Kesetiaan sebagai Anugerah Tuhan

6360181766387696171264015521_image5

 Amsal 3:3-4

Renungan Harian Keluarga – Kasih dan setia adalah merupakan dua kata yang berpadanan dan berhubungan erat satu dengan yang lain serta tidak dapat dipisahkan, karena saling melengkapi, jika  kita berbicara tentang kasih di situ juga kita berbicara tentang kesetiaan, sebab ketika kita melakukan kasih tanpa kesetian tidak mempunyai makna, demikian juga sebaliknya. Perkataan kasih dan setia di dalamnya terkandung makna keadilan, kejujuran, kebenaran, saling melayani, mendorong dan membangun. Itulah yang harus dilakukan dalam kehidupan setiap keluarga Kristen, suami-isteri, anak-anak haruslah diikat dengan kasih dan kesetiaan. Karena itu kasih dan kesetiaan tidak boleh ditinggalkan, tetapi dikalungkan pada leher dituliskan pada loh hati dalam arti kemanapun pergi dan berada, tanda  kasih dan kesetiaan tetap mewarnai kehidupan  yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.

Keluarga yang menerapkan kasih dan kesetiaan sesuai dengan kehendak Tuhan pasti akan mendapat penghargaan dalam pandangan Tuhan dan manusia. Amin

Doa:Ya Tuhan mampukan kami untuk melakukan kasih dan kesetiaan dalam kehidupan keluarga sebagai wujud iman bahwa kami hidup mengasihi Tuhan. Amin.

 

Sumber: gmim.or.id

Senin, 29 Agustus 2016 – Menerima Umur Panjang dan Kesejahteraan

Happy young siblings with their grandparents

 Amsal 3:2

Renungan Harian Keluarga – Setiap orang menginginkan umur panjang, tetapi bukan hanya sekedar ‘umur panjang’ namun umur panjang yang dinikmati dengan kesejahteraan. Sejahtera yang berasal dari bahasa Ibrani ‘syalom’ bermakna pada suatu kehidupan yang mencakup bidang material dan spiritual, yang berimplikasi pada suatu kehidupan yang diliputi  dengan sukacita dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. Janji Firman Tuhan bagi setiap orang yang tidak melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah-Nya, adalah ‘umur panjang, lanjut usia dan kesejahteraan lahir batin.

Baca lebih lanjut

Minggu, 28 Agustus 2016 – Hati yang Memelihara Ajaran Tuhan

ws_Heart_shaped_pages_1920x1200

 Amsal 3:1

Renungan Harian Keluarga – Ada ucapan orang tua pada anaknya yang berkata “salah sendiri kalau tidak mendengar/memperhatikan perintah orang tua, kalau terjadi apaapa jangan salahkanorang tua”, hal ini disampaikan agar anak- anak jangan melupakan ajaran orang tua dan tetap memelihara perintah itu agar tidak tersesat atau tidak mendapat ‘kecelakaan’. Demikian juga Firman Tuhan hari ini mengingatkan  setiap orang percaya untuk tidak melupakan  setiap apa yang diajarkan. Ajaran dan perintah Tuhan merupakan hal yang tidak boleh ditawar-tawar atau ditunda-tunda untuk diikuti  dengan berbagai alasan.

Baca lebih lanjut

MTPJ 28 Agustus – 3 September 2016

wisdom-kids

TEMA BULANAN: “Gereja yang Mengutuhkan”
TEMA MINGGUAN: “Hikmat Tuhan Membawa Berkat”
Bahan Alkitab : Amsal 3:1-10
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Tuhan memberikan hikmat kepada manusia untuk dapat dipergunakan dengan baik dan benar, agar dapat membawa berkat di dalam kehidupan baik pribadi, keluarga, berjemaat dan bermasyarakat. Hikmat (bahasa Ibrani: khokhma, Inggris: Wisdom) tidak muncul dengan sendirinya melainkan pemberian/berkat dari Tuhan, yang dianugerahkan bagi setiap umat manusia dan patut dipergunakan sebagaimana mestinya. Hikmat membuat seseorang memperoleh pengertian dan pengetahuan akan Allah serta kebenaran firman-Nya. Tuhan memberikan hikmat kebijaksanaan yang merupakan kepandaian untuk mencapai hasil yang dikehendaki. “Karena Tuhanlah yang memberi Hikmat dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 2:6). Tempat kedudukan hikmat ialah hati sebagai  pusat keputusan moral dan intelektual (band. 1 Raja-raja 3:9, 12), hikmat yang mutlak hanyalah milik Tuhan. Namun ternyata masih banyak orang  saat ini tidak mengunakan hikmat, kebijaksanaan dari Tuhan itu dengan baik dan benar, ada kecenderungan untuk lebih mengandalkan diri sendiri, terjebak pada keinginan dan kesenangan duniawi (hedonisme), mempergunakan berkat (harta) sebagai kesenangan  dan ukuran mencapai kebahagiaan (konsumerisme).

Baca lebih lanjut

Jumat, 26 Agustus 2016 – Memberi dengan Sukarela

giving_banner

Memberi dengan Sukarela

Renungan Harian Keluarga – Tujuan pemberian yang benar adalah untuk melengkapi atau mencukupkan keperluan dari mereka yang membutuhkan. Dalam realitas kehidupan di jemaat mula-mula, kita telah belajar bahwa ada yang kaya dan berkelimpahan, juga ada yang miskin dan perlu bantuan. Namun yang miskin ternyata tidak berkekurangan, karena yang kaya dan memiliki berbagai kepunyaan, menjual tanah atau rumah mereka, lalu hasilnya mereka bawa kepada para rasul, supaya para rasul dapat mengatur penyaluran bantuan sesuai dengan keperluan setiap orang. Di sini memberi atau membagi bukan terletak pada asas kesetaraan, tapi pada keperluan/kebutuhan pribadi, sehingga tiap-tiap orang tercukupi karena ada perilaku tolong menolong dan para rasul diberi kepercayaan untuk mengawasi pelayanan kasih ini.

Baca lebih lanjut

Selasa, 23 Agustus 2016 – Hidup dalam Kasih Karunia

celebrating-grace21.jpg1

 Kisah Para Rasul 4:33

Renungan Harian Keluarga – Kuasa kebangkitan Kristus dalam pekerjaan Roh Kudus membuat jemaat mula-mula bertumbuh dalam keseimbangan hidup persekutuan. Mereka memiliki ciri khas dengan potensi yang luar biasa, yaitu selain mengembangkan hidup sehati dan sejiwa, mereka menjadi semakin kaya dalam pelayanan, karena hidup dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah, saling memberi dan melayani.

Baca lebih lanjut

Senin, 22 Agustus 2016 – Saksi Kebangkitan Tuhan Yesus

Jesus-Risen-cropped

Kisah Para Rasul 4:33

Renungan Harian Keluarga – Kebangkitan Tuhan Yesus telah memberi inspirasi bagi para Rasul, untuk memberi kesaksian yang benar tentang Yesus yang hidup dari antara orang mati. Kebangkitan Yesus dari antara orang mati, adalah buah sulung kehidupan kekal, yang menjadi pengharapan orang percaya di dalam Kristus.

Baca lebih lanjut

MTPJ 21 – 27 Agustus 2016

gracechangeseverything4-w855h425

TEMA BULANAN: “Gereja yang Mengutuhkan”
TEMA MINGGUAN: “Hidup dalam Kasih Karunia”
Bahan Alkitab : Kisah Para Rasul 4:32-37
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di era post modern sekarang ini manusia semakin sibuk dengan pekerjaan ataupun aktivitas kesehariannya. Setiap individu berlomba-lomba untuk memenuhi berbagai keperluan, baik dari segi kebutuhan jasmani, sosial, ekonomi, kerohanian, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Dalam berlomba memenuhi segala kebutuhan itu, sebagian manusia semakin sejahtera, namun sebagian lainnya menjadi semakin terpinggirkan. Gambaran hidup seperti itu bukan hanya terjadi di dunia sekuler saja, tetapi ternyata dalam gerak langkah pelayanan gereja, kesenjangan hidup itu makin kentara. Hal ini terjadi karena dalam segala kesibukan kerja pelayanan, ternyata manusia menjadi semakin individualis, egois, hedonis yaitu menganggap kesenangan dan kenikmatan materi adalah yang utama, materialis yaitu mengukur segala sesuatu dari materi. Model hidup seperti itu telah membuat manusia lebih memikirkan diri sendiri atau kepentingannya, kesenangan sendiri walau orang lain menderita dan tidak lagi peduli terhadap orang lain. Gaya hidup yang individualis, materialis dan hedonis telah menyita perhatian kasih kita terhadap mereka yang harusnya menjadi alamat kita membagi kasih atau berdiakonia.

Baca lebih lanjut