Arti Lambang GMIM

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat bahwa Lambang adalah sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dan sebagainya) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu.

Berikut ini arti lambang GMIM yang dikutip dari website resmi GMIM gmim.or.id.

logo_gmim_png
Lambang GMIM

 

  • Lambang GMIM terdiri dari dua lingkaran konsentris, yang pada lingkaran luar tertera tulisan: GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA disertai satu gambar bintang bersegi delapan; lingkaran bagian dalam tertera gambar burung Manguni dengan telinga, mata dan sayap terbuka sambil bertengger di atas ranting dan enam ujung anak panah yang arahnya menyebar. Pada bagian dada dari burung Manguni terdapat simbol Mawar Reformasi yang berintikan salib yang melekat atas simbol hati dalam satu lingkaran bumi.

 

  • Simbol burung Manguni digunakan sebagai lambang GMIM, karena jenis burung ini telah dikenal secara universal sebagai simbol hikmat. Dari latar belakang budaya Minahasa, burung Manguni dipandang sebagai pembawa kabar baik atau kabar buruk, yang meng-isyaratkan adanya suruhan atau sebaliknya larangan. Setiap orang percaya terpanggil untuk mendengar Firman Tuhan. Karena itu lambang ini tidak dapat dilepaskan dari lambang Salib dan Mawar Reformasi, yang adalah pokok keyakinan iman Kristen. Salib dan Mawar Reformasi pada pusat burung Manguni melam-bangkan bahwa Yesus Kristus berada di atas dan dalam kebudayaan manusia. Dialah sumber hikmat umat-Nya, yang memberi suruhan atau pun sebaliknya larangan, yang perlu ditaati oleh sekalian umat Allah. Burung Manguni adalah salah satu burung yang mempunyai karakteristik khusus, karena ia memiliki ketajaman mata 500 kali ketajaman mata manusia. Ia mampu memberi macam-macam tanda jauh sebelum realita itu terjadi.

 

  • Gambar burung Manguni berwarna coklat tua melam-bangkan kedewasaan dan kemandirian yang mencirikan kehidupan berjemaat dalam GMIM. Bulatan warna biru di dada melambangkan Gereja yang diutus ke dalam dunia. Biru laut melambangkan kekudusan dan kebe-naran Injil Yesus Kristus. Warna hitam pada salib di tengah hati (jantung) yang berwarna merah melam-bangkan pengorbanan Kristus yang menjiwai tritugas Gereja.

 

  • Bulan September (bulan ke-9) di mana GMIM berdiri sendiri dilambangkan pada sembilan helai sayap luar terkembang, sedangkan untuk tanggal 30 tergambar pada lima kelopak daun dan ujung meruncing yang me-lingkari jantung. Sedangkan tahun 1934 adalah jumlah keseluruhan sayap manguni. Pada bagian ekor terdapat masing-masing 10 ranting yang menggambarkan 10 klasis yakni: Manado, Maumbi, Tomohon, Tondano, Langowan, Sonder, Ratahan, Amurang, Kumelembuai (Motoling), dan Airmadidi. Keenam ujung tombak yang mengarah ke bawah, melambangkan keenam distrik di Minahasa pada waktu itu, yakni distrik Manado, Tonsea, Toulour, Kawangkoan, Amurang, dan Ratahan. Tulisan GEREJA MASEHI INJILI di MINAHASA menyatakan bahwa GMIM hanya ada di Minahasa, walaupun pela-yanannya menjangkau seluruh dunia dan warna hitam pada tulisan itu menyatakan solidaritas sampai akhir.

 

Baca Juga:

Lambang GMIM dan BIPRA

 

Sumber:

http://www.gmim.or.id/lambang-gmim/

Satu respons untuk “Arti Lambang GMIM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s